Selamat Datang......

di www.geografi.web.id
website geografi ,
edukasi & informasi...

YM01:
Status YM YM02: Status YM
email: geografiesta@gmail.com

Anda Pengunjung ke
Counter Powered by  RedCounter
Saat ini Pengunjung Online





Thx to: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
FISE - UNY .. copyright 2010

KRI Usir Kapal Perang Malaysia yang Menerobos Ambalat

Diposting oleh admin Kamis, Mei 28, 2009


Kapal Perang TNI Angkatan Laut (KRI) Untung Surapati 827 berhasil mengusir kapal perang tentara laut Diraja Malaysia, KDU 3508, saat berada di perairan Blok Ambalat pada Senin (25/5) sore. Sehari sebelumnya, KRI Hassanudin 366 juga berhasil mengusir Kapal Diraja (KD) Baung 3509 dan helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency yang mencoba masuk ke wilayah Ambalat.

Pengusiran kapal perang dan helikopter tentara Diraja Malaysia itu dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dalam telewicara dengan Metro TV, Rabu (27/5).

Menurut Iskandar, pengamanan laut dilakukan TNI AL sesuai kebijakan kepala staf TNI AL (KSAL), yakni hingga 12 kilometer pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dan saat ini, TNI AL sedang gencar menjalankan Operasi Penegakan Kedaulatan. Dan sebagai hasilnya antara lain pengusiran armada perang Malaysia tersebut.

Menurut Iskandar, pengusiran armada perang Diraja Malaysia itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Senin pekan ini. Saat itu, KRI Untung Surapati 827 sedang melaksanakan patroli dan melihat kapal perang Malaysia memasuki wilayah perairan Negara Kesatuan RI (NKRI), dalam hal ini Blok Ambalat.

Sesuai dengan standard operation procedur (SOP), KRI Untung Surapati mengontak kapal perang yang melanggar tersebut melalui radio. KRI Untung Surapati kemudian meminta kapal perang Malaysia segera meninggalkan perairan Ambalat. "Jadi sesuai mekanisme yang ada. Kita di lapangan, kita selalu mengusir dengan mengatakan bahwa ini adalah wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Iskandar.

Setelah mendapat peringatan, mereka beralasan hendak menuju Tawau, Malaysia. "Kalau ke Tawau itu, dia punya haluan harusnya 315 atau 325 ke arah utara. Tapi, dia ini menggunakan haluan 135 ke selatan, berarti dia akan ke wilayah kita (NKRI)," tambah Iskandar.

Menurut Iskandar, seringnya terjadi pelanggaran oleh armada Malaysia, karena mereka menggunakan peta yang berbeda. Karena itu, Iskandar berharap adanya kesepakatan pemakaian peta perairan. Iskandar mencontohkan, Malaysia menggunakan Peta 179. Sedangkan TNI AL menggunakan peta internasional. "Nah perbedaan menggunakan peta ini perlu dibawa ke tingkat atas, di tingkat Deplu, sehingga ini bisa selesai," usul Iskandar.

Kadispen mengakui bahwa armada Malaysia acapkali melanggar perbatasan. Sejak Januari hingga April 2009 ini saja, tercatat sudah sembilan kali terjadi pelanggaran oleh Malaysia. Iskandar sepakat jika segera diambil tindakan agar pelanggaran oleh Malaysia tidak berkelanjutan, dan berujung pada pencaplokan wilayah. "Ini perlu langkah-langkah," kata Iskandar (sumber: youtube)








Related Post