Selamat Datang......

di www.geografi.web.id
website geografi ,
edukasi & informasi...

YM01:
Status YM YM02: Status YM
email: geografiesta@gmail.com

Anda Pengunjung ke
Counter Powered by  RedCounter
Saat ini Pengunjung Online





Thx to: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
FISE - UNY .. copyright 2010

Geografi Tanah

Diposting oleh admin Kamis, Desember 04, 2008


Geografi Tanah
            Geografi Tanah adalah ilmu yang mempelajari penyebaran jenis-jenis tanah secara geografis dan dikaitkan pula dengan faktor-faktor pembentuk tanahnya. (Ilmu tanah, Sarwono Hardjowigeno). Interpretasi lain Geografi Tanah merupakan ilmu yang mengkaji berbagai jenis tanah, kejadian tanah, penciri dan sifat tanah, pembentukan tanah, serta distribusi atau penyebaran tanah diatas permukaan bumi.


Definisi Tanah
Berzelius 1803 dalam Joffe 1949 dalam bukunya Lehrbuch der Chemi Tanah adalah laboratorium kimia alam dimana berbagai proses dekomposisi dan reaksi sintesis kimia berlangsung secara tenang. 
Davy 1840 masih dalam Joffe 1949 dalam bukunya yang berjudul Element of Agricultural Chemistry tanah adalah laboratorium yang menyediakan unsur hara (nutrient). 
Vonliebig 1840 dalam Joffe 1949 mendefinisikan tanah sebagai reaksi dalam mana seseorang dapat mengetahui jumlah dan jenis hara tanaman, susunan kimia merupakan kriteria bagi pemupukan tanah
Hilgard 1906 mendefinisikan tanah sebagai bahan yang gembur dan lepas tempat tumbuh – tumbuhan memperoleh hidup berkat adanya zat hara serta syarat lainnya untuk tumbuh.
Meitcherlich 1920 sendiri mendefinisikan tanah sebagai suatu campuran bahan padat berbentuk tepung, air dan udara, yang karena mengandung zat hara dapat menyuburkan tanaman. 
Weigner 1926 seorang ahli kimia mendefinisikan tanah sebagai sistem dispersi kasar dan koloidal. 
Thaer 1909 seorang ahli fisika dalam Joffe 1949 mendefinisikan tanah sebagai akumulasi dan campuran berbagai bahan, terutama terdiri atas unsur-unsur Si, Al, Ca, Mg, Fe, dan unsur-unsur lainnya. Dengan definisi lainnya Thaer mengklasifikasikan tanah atas dasar fraksi partikelnya seperti tanaha pasir, tanah debu, dan tanah lempung, yang ternyata masih tetap digunakan sebagai salah satu cirri klasifikasi tanah terbaru. 
Werner 1918  pakar geologi modern dalam Jofee 1949 tidak memisahkan antara ilmu tanah dengan geologi, dan berpendapat bahwa tanah adalah lapisan hitam tipis yang menutupi bahan padat kering terdiri atas bahan bumi berupa partikel kecil yang remah, sisa vegetasi dan khewan. Tanah adalah medium dalam mana tumbuhan bertempat kedudukan, berakar, tumbuh, dan berubah.
Sprengel 1837, tanah adalah suatu massa bahan berasal dari mineral yang mengandung hasil dekomposisi tumbuhan dan hewan. Gaya yang menyelenggarakan dekomposisi batuan menjadi tanah adalah air, oxigen, karbondioksida dari udara, vegetasi dan aliran air. 
Friedrich Fallou 1855 sendiri dalam Joffe 1949 secara geologi umum tanah dapat dianggap sebagai hasil pelapukan oleh waktu yang menggerogoti batuan planet kita, dan lambat laun mengadakan dekomposisi masa tanah yang kompak. Dalam hal ini tanah dibagi dua katagori ialah tanah yang lapuk dan tanah alluvial. 
Ricthofen salah satu pengikut Fallou 1882 dalam Joffe 1949 dengan pengalamannya dalam geologi dan geografi menyatakan bahwa tanah adalah bentukan permukaan bumi yang lepas, semacam penyakit batuan alam. 
Tahun 1870 Dokuchaiev dalam Glinka 1927 menyatakan bahwa tanah adalah bantukan mineral dan organik dipermukaan bumi, sedikit banyak selalu diwarnai oleh humus, dan secara tetap menyatakan dirinya sebagai hasil kegiatan kombinasi bahan, seperti jasad, baik yang hidup maupun yang mati, bahan induk, iklim dan relief. 
Zakharov mendefiniskan tanah sebagai suatu tubuh alam historis yang bebas dan terpisah. Sibirtzev 1895 menegaskan bahwa tanah sebagai tubuh alam yang bersejarah (natural historical body) dan dan tubuh alam yang bebas (independent natural body). 
Marbut 1927 di Amerika Serikat mendefiniskan tanah sebagai lapisan paling kuar kulit bumi yang biasanya bersifat tak padu (unconsolidated) mempunyai tebak mulai dari selaput tipis sampai lebih dari tiga meter, yang berbeda dengan bahan dibawahnya biasanya dalam hal warna, sifat, fisik, susunan kimia, mungkin juga proses – proses kimia yang sedang berlangsun, sifat biologi, reaksi dan morfologinya. 
Joffe 1949 sendiri sebagai seorang pakar tanah Amerika Serikat : mendefinisikan tanah sebagai bangunan alam tersusun atas horizon-horizon yang terdiri atas bahan mineral dan organik, biasanya tak padu mempunyai tebak yang berbeda-beda dan yang berbeda pula dengan bahan induk yang ada dibawahnya dalam hal ini morfologi, dengan sifat susunan fisik, sifat dan susunan kimia dan sifatsifat biologis. 
Bremmer (1958 dalam Lutz et al., 1959) :  tanah sebagai bagian permukaan kulit bumi yang dijadikan oleh pelapukan kimia dan fisik kegiatan berbagai tumbuhan dan hewan. Suatu definisi sangat berbeda dikemukakan oleh seorang ahli bernama Stebutt 1930 yang memberikan definisi tanah yang bersifat matematik, mudah dan sederhana, tetapi mencakup semua sifat tanah yang sangat kompleks. didefinisikan sebagai suatu fungsi substrat geologi dengan tenaga luar. 
Sarwono Hardjowigeno : tanah sebagai kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman. Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. 
Wikipedia :   
Tanah merupakan suatu gejala alam permukaan daratan yang membentuk suatu zone dan biasa disebut pedosfer, tersusun atas bahan lepas berupa pecahan dan lapukan batuan bercampur dengan bahan organik (Notohadiprawiro, 1993).  
Tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, meduduki sebagian besar permukaan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jazad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula. Darmawijaya, M. Isa hal 9.  

PERBEDAAN TANAH DAN LAHAN
Menurut konsep Geografi, tanah dengan lahan memiliki perbedaan yang mendasar.
Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.
Sedangkan Lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Jadi kesimpulannya pengertian lahan lebih luas daripada tanah.

No
Tanah
Lahan
1.

2.

3.

4.

5.

6.
Tanah sebagai materi

Berdimensi tiga, yaitu panjang, lebar, dan kedalaman.
Mengacu pada perwujudan tanah secara fisik.
Kajiannya mencakup bagian dari ilmu tanah (pedology).
Tanah memilki berbagai lapisan (horizon).
Memilki banyak klasifikasi tanah.
Mengacu pada muka tanah sebagai ruang (space)
Berdimensi dua, yaitu memiliki panjang dan lebar.
Mengacu pada fungsi social tanah.
Kajiannya mencakup bagian dari tata guna lahan (Land use)
Lahan tidak memilki horizon.

Klasifikasi lahan : lahan potensial dan lahan kritis.

Related Post