Lagi-lagi hubungan Indonesia malaysia tambah memanas...
Dari mulai kasus manohara, klaim tari pendet, tadi sore lihat berita di TV tambah lagi sekarang isue lagu kebangsaan malaysia yang konon "JIPLAKAN" lagu Terang Bulan-nya Indonesia,Lagu rakyat yang sangat populer pada tahun 1940-an hingga 1960-an.... sebenernya issue ini sejak 2007an sudah pernah baca artikel mengenai hal tersebut tapi lupa dimana, lagi pula respon pemerintah hampir NOL makanya seperti angin lalu saja... akhirnya ada pikiran buat googling lagi deh cari info kebenarannya, ketemu beberapa situs yang uda update kasih informasi... salah satunya dari TEMPOinteraktif seperti dibawah ini....
*===========
TEMPO Interaktif, Jakarta - Malaysia terancam somasi dari Indonesia berkaitan dengan dugaan plagiat lagu. Lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku, diduga hasil jiplakan lagu milik perusahaan rekaman di Surakarta, Lokananta. "Lagu kebangsaan Negaraku meniru salah satu lagu kita yang berjudul Terang Bulan," kata Kepala Lokananta, Surakarta, Ruktiningsih.
Lagu Terang Bulan sebenarnya tak diketahui penciptanya. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan secara kor di Radio Republik Indonesia Jakarta pada 1956. Lagu tersebut kemudian dipindahkan ke piringan hitam di perusahaan rekaman Lokananta, yang kini merupakan salah satu cabang Perum Percetakan Negara RI, pada 1965.
"Kedua lagu tersebut sangat identik dan sangat mirip, terutama dalam hal introduksi, nada, dan tempo lagu," kata Ruktiningsih.
Ruktiningsih menjelaskan, Negaraku hanya mengubah syair Terang Bulan. Musik pengiring Negaraku dimodifikasi dengan sentuhan orkestra. Adapun lagu Terang Bulan diiringi musik sejenis keroncong.
Konsultan hukum Lokananta, Jaka Irwanta, akan membicarakan dugaan penjiplakan ini dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pekan depan. Ia hendak melayangkan surat somasi ke Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.
Jaka menceritakan, Presiden Soekarno pernah menghadiahkan piringan hitam lagu Terang Bulan kepada pemerintah Malaysia saat belum merdeka. "Namun, itu hanya hadiah, bukan untuk dijiplak," katanya.
Dalam situs www.malaysianmonarchy.org.my, lagu kebangsaan Malaysia Negaraku disebut memang diperkenalkan oleh orkes Indonesia. Berdasarkan cerita Raja Kamaruzzaman, putra Raja Mansur--Sekretaris Khusus Penguasa Kesultanan Perak pada 1887-1916, Sultan Idris Murshidul'azam Syah--lagu Terang Bulan disajikan oleh sebuah orkes dari Indonesia saat menggelar pertunjukan di Singapura. Setelah Negaraku ditetapkan sebagai lagu kebangsaan, lagu Terang Bulan masih diperdengarkan dalam acara masyarakat.
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta belum bisa dimintai konfirmasi mengenai tudingan Lokananta. Ponsel Atase Pers Kedutaan Malaysia, Hamidah, tak aktif saat dihubungi. Ruktiningsih mengatakan klaim Malaysia atas tari Pendet membuat Lokanata mempermasalahkan dugaan penjiplakan ini.
=======*
Penasaran lagi, cari info terus dan ternyata ketemu sebuah komentar di forum
"Sebenarnya musiknya ciptaan pencipta lagu Prancis, Pierre Jean de Béranger. Jadi, baik terang bulan maupun negaraku sama-sama lagu jiplakan."
Akhirnya telusuri sumbernya di http://www.nationalanthems.info/my.htm
disitu memang tertulis
Words by: collectively, led by Tunku Abdul Rahman
Music by: Pierre Jean de Beranger
Adopted: 1957
ditambah ada komentar lainnya..
Kalau dibilang lagu kebangsaan Malaysia menjiplak lagu kita saya sendiri tak begitu setuju. Sejarah lagu Negaraku itu sebenarnya sudah lama semenjak abad 19. Syahdan ketika Sultan Perak diundang untuk menghadap Raja/Ratu Inggris ia sempat berdiskusi dengan ajudannya mengenai lagu kebangsaan. Mengingat Kesultanan Perak saat itu belum memiliki lagu kebangsaan, Sultanpun menjadi khawatir hal itu akan memalukan. Namun akhirnya Sultan teringat dengan sebuah lagu yang menjadi kesukaannya dulu ketika pernah diasingkan di pulau Mahé di Kepulauan Seychelles. Lagu itu berjudul La Rosalie gubahan komposer Prancis Pierre Jean de Beranger. Akhirnya karena tidak ada lagu Kebangsaan Sultanpun memerintahkan untuk menyanyikan lagu itu saja sebagai lagu kebangsaannya. Dan sejak saat itulah melodi gubahan Pierre Jean de Beranger tersebut menjadi lagu kebangsaan Kesultanan Perak Allah Lanjutkan Usia Sultan. Kejadian itu kira-kira sekitar tahun 1888. Kembali ke soal Malaysia, saat Malaysia mau didirikan dahulu mereka mengadakan kontes untuk membuat lagu kebangsaan. Beberapa komposer ternama termasuk komposer lagu kebangsaan Singapura Encik Zubir Said ikut serta dalam kontes tersebut. Namun akhirnya tidak ada seorangpun dari peserta kontes tersebut yang menang. Sebaliknya Malaysia malah mengambil melodi lagu Kesultanan Perak sebagai lagu kebangsaan mereka Negaraku. Karenanya melodi dari Negaraku itu ternyata asalnya dari Prancis. Sekarang yang saya merasa aneh, kenapa Indonesia bisa punya Lagu Terang Bulan yang melodinya mirip ya??? Dan juga nun jauh di Hawai sana juga ada lagu dengan melodi yang sama persis yang berjudul Mamula Moon.
APAKAH JIPLAKAN ATAU BUKAN... Kenapa baru sekarang gencar dipermasalahkan? dari versi Indonesianya pun tidak diketahui jelas siapa penciptanya? Semoga bangsa Indonesia ini bisa menjadi bangsa yang lebih terhormat... amiin.






semoga indonesia menang......!!!!