Selamat Datang......

di www.geografi.web.id
website geografi ,
edukasi & informasi...

YM01:
Status YM YM02: Status YM
email: geografiesta@gmail.com

Anda Pengunjung ke
Counter Powered by  RedCounter
Saat ini Pengunjung Online





Thx to: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
FISE - UNY .. copyright 2010

Teori Pembangunan Dunia Ketiga (4/6)

Diposting oleh admin Senin, November 23, 2009

*)Ringkasan Buku :
BAB IV TEORI KETERGANTUNGAN ( 2 ) : INTI PEMIKIRANNYA




I. TEORI KETERGANTUNGAN KLASIK
a. Andre Gunder frank
Menurut Frank, ketrbelakangan bukan suatu kondisi alamiah dari sebuah masyarakat. Bukan juga karena masyarakat itu kekurangan modal. Keterbelakangan merupakan sebuah proses ekonomi, politik dan sosial yang terjadi sebagai skibat globalisasi dari sistem kapitalisme. Keterbelakangan di negara-negara pinggiran (negara satelit) adalah akibat langsung dari terjadinya pembangunan di negara-negara pusat.
Dalam teorinya, Frank mengembangkan kembali konsep Prebisch tentang negara-negara pusat dan pinggiran. Tetapi Frank lebih berbicara tentang aspek politik dari hubungan ini. Pada teori Frank ada tiga komponen utama, yaitu modal asing, pemerintah lokal di negara-negara satelit, dan kaum burjuasinya.
Selain itu, bagi Frank masyarakat di tengah-tengah negara satelit bukan lagi masyarakat feodal, karena kaum bangsawan yang ada sudah berproduksi untuk pasar dunia. Para bangsawan memang memperlakukan para petani dengan cara-cara feodal. Tetapi pada tingkat internasional, mereka sudah menjadi kelompok kapitalis.
“bagi Frank keterbelakangan hanya bisa diatasi melalui revolusi, yaitu revolusi yang melahirkan sistem sosialis”
b. Theotonio Dos Santos : Membantah Frank
Dalam definisinya terungkap bahwa negara-negr pinggiran atau satelit pada dasarnya hanya merupakan bayangan dari negara-negara pusat atau metropolis. Dos santos menyatakan bahwa negara pinggiran atau satelit juga bisa berkembang, meskipun perkembangan ini merupakan perkembangan yang tergantung, perkembangan ikutan. Dia membedakan tiga bentuk ketergantungan, yaitu :
• Ketergantunga kolonial
• Ketergantungan finansial-industrial
• Ketergantungan teknologis-industrial
Negara-negara pinggiran, dalam usaha mengatasi keterbelakangannya percaya bahwa bila mereka bisa melakukan industrialisasi di negerinya, mereka bisa mengatasi persoalan yang ada. Persoalan tersebut antara lain :
• Negara-negara pinggiran yang mau melakukan industrialisasi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor teknologi.
• Neraca perdagangan internasional negara-negara pinggiran terus mengalami defisit.
• Adanya monopoli teknologi dari negara-negara pusat membuat negara-negara pinggiran harus membayang sewa bila mau meminjam teknologi tersebut.

II. MEMBANTAH TEORI KETERGANTUNGAN : INDUSTRIALISASI DI NEGARA BERKEMBANG
Salah satu kritik yang penting terhadap Teori Ketergantungan adalah tentang kemungkinan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi di negara-negara pinggiran. Ketergantungan yang klasik di dasarkan pada eksploitasi bahan mentah. Tetapi dengan berkembangnya teknologi, produksi bisa dilakukan dimana saja, sementara perusahaan induk tidak kehilangan kontrol terhadap teknologinya melalui sistem paten.
Oleh karena itu, produksi dapat dilakukan di negara-negara pinggiran. Apalagi karena kebijakan proteksi melalui bea masuk yang mahal dan cara-cara lain membuat perusahaan-perusahaan ini harus menanamkan modalnya di negara-negara tersebut supaya dapat merebut pasar dalam negeri yang ada. Maka perusahaan multinasional ini menjadi pendorong dan pelaku bagi terjadinya proses industrialisasi di negara-negar pinggiran.

III. TEORI KETERGANTUNGAN : KRITIK DAN POLEMIK SELANJUTNYA
Teori pembangunan dari para ekonom liberal beranggapan bahwa keterbelakangan akibat kekurangan modal. Sedangkan Teori Ketergantungan faktor penyebabnya pada proses imperialisme dan neo-imperialisme yang menyedot surplus modal yang terjadi di negara-negara pinggiran ke pusat. Dalam teori ini terdapat pendapat yang berbeda dari Frank dan Dos Santos. Kemudian Peter Evans dan Cardoso menguraikan lagi. Kritik dan polemic sekitar Teori Ketergantungan.



1. Kritik Packenham

Packenham menyebutkan kekuatan Teori Ketergantungan:
1) Teori Ketergantungan menekankan aspek internasional dari pembangunan nasional
2) Teori ini mempersoalkan akibat politis luar negeri negara industri terhadap negara pinggiran.
3) Membahas proses internal perubahan di negara pinggiran dengan mengaitkannya pada politik luar negeri negara maju.
4) Menekankan kegiatan sektor swasta dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan multinasional
5) Membahas hubungan antar klas dalam negeri maupun antar negara
6) Memberi kritik yang baik terhadap definisi yang ada tentang pembangunan ekonomi.
Kemudian kelemahannya menurut Packenham
1) Teori Ketergantungan hanya menyalahkan kapitalisme sebagai penyebab ketergantungan
2) Konsep inti termasuk konsep ketergantungan kurang didefinisikan secara jelas.
3) Ketergantungan didefinisikan sebagai konsep dikotomi
4) Sedikit sekali dibicarakan tentang proses yang memungkinkan sebuah negara bisa lepas dari ketergantungan.
5) Ketergantungan selalu dianggap negatif
6) Otonomi dianggap selalu baik
7) Teori Ketergantungan kurang membahas aspek psikologis dari ketergantungan
8) Teori ini agak menyepelekan kekuatan dari nasionalisme di Amerika Latin
9) Sangat menekankan konsep kepentingan kelompok, klas dan negara
10) Teori Ketergantungan beranggapan bahwa ada kepentingan negara pusat dan negara pinggiran.
11) Ketidak-jelasan konsepnya sehingga tidak bisa diuji kebenarannya
12) Terlalu meremehkan kebebasan bertindak dari para aktor politik negara yang dikaji
13) Akibat-akibatdari ketergantungan kurang dikaji secara rinci dan tajam

2. Penelitian Chase-Dunn
Chase Dunn mengukur pengaruh investasi modal asing dan ketergantungan pada utang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Akibat dari pertumbuhan ekonomi yang negatif.
a) Akibat investasi asing sumber-sumber alam di negara pinggiran jadi ahbis
b) Produksi yang berorientasi ke luar negeri dan masuknya perusahaan multinasional mengubah struktur ekonomi negara pinggiran
c) Hubungan antara elite di negara pusat dan pinggiran mencegah terjadinya pembangunan nasional
Investasi modal asing juga berakibat positif bagi negara pinggiran yaitu
a) Modal asing langsung memproduksi barang dan minimbulkan permintaan
b) Utang luar negeri membiayai pembangunan
c) Terjadinya transfer teknologi
Dampak negatif dan positif dari investasi asing dan ketergantungan pada utang luar negeri terhadap pemerataan pendapatan melalui:
a) Kelompok elite di negara pinggiran memperoleh pendapatan nasional lebih banyak
b) Modal asing dan bantuan asing mengakibatkan kenaikan gaji bagi orang yang bekerja diperusahaan asing


3. Komentar Cardoso

Henrique Cardoso menyerang usaha mengkuantifikasikan konsep ketergantungan. Dialog antara para ahli ilmu sosial yang mau mengkualifikasikan masalah ketergantungan dan para ahli ilmu sosial yang mau memahami gejala ketergantungan sebagai suatu proses yang kompleks, yang hanya bisa dipahami melalui suatu deskripsi gejalanya secara nyata dan melalui sebuah analisis yang bersifat kualitatif.




Related Post