Selamat Datang......

di www.geografi.web.id
website geografi ,
edukasi & informasi...

YM01:
Status YM YM02: Status YM
email: geografiesta@gmail.com

Anda Pengunjung ke
Counter Powered by  RedCounter
Saat ini Pengunjung Online





Thx to: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
FISE - UNY .. copyright 2010

Teori Pembangunan Dunia Ketiga (2/6)

Diposting oleh admin Sabtu, November 14, 2009

*)Ringkasan Buku : BAB II
TEORI MODERNISASI : PEMBANBANGUNAN SEBAGAI MASALAH INTERNAL



I. PEMBAGIAN KERJA SECARA INTERNASIONAL
Teori pembagian kerja secara internasional pada dasarnya menyatakan bahwa setaiap negara harus melakukan spesialisasi produksi sesuai dengan keuntungan komparatif yang di milikinya. Teori ini juga menyatakan bahwa perdagangan internasional akan menguntungkan semua pihak. Harga barang akan turun dan mencapai titik terndah bila terjadi perdagangan bebas.
Pembangunan yang didasarkan pada kemandirian diri sendiri melalui isolasi sebagian atau keseluruhan, dianggap sebagai pembangunan yang secara ekonomis kurang baik dibandingkan dengan pembangunan yang mengikutsertakan diri kedalam perdagangan intrenasional yang bebas dan terbatas. Pembangunan yang paling baik bagi suatu negara menurut teori diatas adalah pembangunan yang meleburkan diri kedalam kegiatan ekonomi dunia, karena pada dasarnya negara – negara yang ada saling tergantung, dan akan lebih menguntungkan bila negara – negara saling mengisi kelemahan yang ada.

II. Teori Modernisasi

Teori pembagian kerja secara internasional, yang di dasarkan pada teori keutungan komparatif yang di miliki oleh setiap negara, mengakibatkan terjadinya spesialisasi produksi pada setap negara sesuai dengan keuntungan komparatif yang dimiliki. Secara umum di dunia ini terdapat dua kelompok negara yaitu negara yang mmproduksi hasil pertanian dan negara yang memproduksi barang industri. Antara keduanya terjalin hubungan daganng yang saling menguntungkan. Tetapi setelah beberapa puluh tahun kemudian negara – negara industri menjadi semakin kaya sedangkan negara petanian semakin tertinggal.
1. Teori Harrod-Doman Tabungan dan Investasi
Pertumbuhan ekonomi di tentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Kalau tabungan dan investasi rendah maka pertumbuhan ekonomi masyarakat juga rendah.
2. Max Weber : Etika Protestan
Teori ini di dasarkan pada nilai – nilai budaya seperti nilai – nilai agama. Teori ini juga menjadi faktor utama bagi munculnya kapitalisme Eropa. Hal ini menjadi sebuah nilai tentang kerja keras tanpa pamrih untuk mencapai sukses.
3. David McClelland : Dorongan Berprestasi atau N-Ach
McClelland menyimpulkan bahwa untuk membuat sebuah pekerjaan berhasil, yang paling penting adalah sikap terhadap pekerjaan tersebut. Orang yang memiliki n-Ach yang tinggi, yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi, mengalami kepuasan bukan karena mendapatkan imbalan dan hasil kerjanya, tetapi karena hasil kerja tersebut di anggap sangat baik.
4. W.W Rostow : Lima Tahap Pembangunan
W. W Rostow menguraikan teorinya tentang proses pembangunan dalam sebuah masyarakat. Pembangunan merupakan proses yang bergerak dalam suatu garis lurus yakni dari masyarakat yang terbelakang kemasyarakat yang maju. Rostow membagi proses pembangunan menjadi lima tahap yaitu:
• Masyarakat tradisional
• Prakondisi Untuk Lepas Landas
• Lepas landas
• Bergerak ke Kedewasaaan
• Jaman masa konsumsi yang tinggi

Selain itu Rostow juga menyebutkan dua kondisi sosial :

( 1 ) adanya elit baru dalam masyarakat yang merasa diingkari haknya oleh masyarakat tradisional dimanapun ia hidup, untuk mendapapatkan prestise dan mencapai kekuasaan melaui cara – cara konvensional yang ada,
( 2 ) masyarakat tradisional yang ada cukup fleksibel untuk memperolehkan warganya mencari kekayaan ( kekuasaan politik ) sebagai jalan untuk menaikan statusnya dalam masyarakat.
5. Bert F. Hoselitz: Faktor – faktor non ekonomi
Faktor – faktor ini di sebut juga faktor kondisi lingkungan, yang di anggap penting dalam proses pembangunan. Perubahan kelembagaan yang akan mendukung proses lepas landas ini sebagai hadiah dari masa lampau yang sangat penting artinya.Unsur pembangunan adalah modal. Maka pembangunan memerlukan modal yang meliputi beberapa unsur antara lain:
• Pemasok modal besar dan perbankan
• Pemasok tenaga ahli terampil
6. Alex Inkales dan David H.Smith: Manusia Modern
Manusia sebagai komponen penting penopang pembangunan. Pembangunan bukan sekedar pemasokan modal dan teknologi saja. Tetapi di butuhkan manusia yang dapat mengembangkan sarana material tersebut agar dapat menjadi produktif. Manusia modern yaitu manusia yang terbuka terhadap pengalaman dan ide baru, berorientasi ke masa sekarang dan mendatang, punya kesanggupan merencanakan, percaya bahwa manusia bisa menguasai alam dan bukan sebaliknya.
Pendidikan adalah yang paling efektif untuk mengubah manusia. Dampak pendidikan tiga kali lebih kuat dibandingkan dengan usaha – usaha kainya, kemudian pengalaman kerja dan pengenalan terhadap media masa merupakan cara kedua yang efektif.



Related Post