I. TEORI LIBERAL
Teori liberal pada dasarnya tidak banyak dipengaruhi oleh teori ketergantungan, teori liberal teteap berjalan seperti sebelumnya yakni mengukuti asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kritik terhadap teori liberal pada umumnya berkisar pada ketajaman definisi dari teori ketergantungan. Definisi yang ada dianggap terlalu kabur, sulit dijadikan sesuatu yang operasional. Tanpa kejelasan dan ketajaman konsep – konsep dasarnya, teori ketergantungan lebih merupakan sebuah retorika belaka. Agar konsep ketergantungan dapat di pakai untuk menyusun teori, maka ada dua kriteria yang harus dipenuhinya, yaitu:
a. Gejala ketergantungan ini harus hanya ada di negara – negara yang ekonominya mengalami ketergantungan dan tidak di negara yang tidak tergantung dengan negara lain.
b. Gejala ini mempengaruhi perkembangan dan pola pembangunan di negara – negara yang tergantung.
II. BILL WARREN
Warren membentah inti teori ketergantungan, yakni bahwa perkembangan kapitalisme di Negara-negara pusat dan pinggiran berbeda. Kapitalisme di Negara manapun sama. Oleh karena itu, tesis warren cenderung menjadi a-historis dan dekat dengan teori para ahli ilmu social liberal.
Inti dari kritik Warren adalah bahwa dalam kenyataannya, negara-negara yang tergantung menunjukkan kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dan proses industrialisasinya. Bahkan kemajuan ini menunjukkan bahwa negara-negara yang tergantung ini sedang mengarah pada pembangunan yang mandiri.
Berlawanan dengan pandangan kaum Marxis, bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa prospek bagi sebuah pembangunan kapitalis yang berhasil di negara-negara berkembang ternyata baik. Pembangunan yang berhasil di negara-negara Asia Timur dan Tenggara dianggap sebagai salah satu bukti bahwa kapitalisme memang masih bugar, masih terus bisa mengembangkan dirinya.
III. TEORI ARTIKULASI
Teori Artikulasi bertitik tolak dari konsep formasi sosial. Dalam Marxisme dikenal konsep cara produksi. Masing-masing cara produksi mempunyai ciri yang berlainan dengan cara produksi lainnya. Namun dalam kenyataannya di dalam masyarakat selalu terdapat lebih dari satu cara produksi secara bersama-sama. Inilah yang disebut formasi sosial, yaitu gejala dimana beberapa cara berproduksi ada bersama.
Dalam Teori Artikulasi kapitalisme di negara-negara pinggiran tidak bisa berkembang karena artikulasinya atau kombinasi unsur-unsurnya tidak efisien. Ada banyak unsur penghambatnya. Bagi Teori Artikulasi kegagalan dari kapitalisme di negara-negara pinggiran bukan karena yang berkembang di sana adalah kapitalisme yang berbeda, tetapi karena koeksistensi cara produksi kapitalisme dengan cara produksi lainnya bersifat saling menghambat.
Teori Artikulasi disebut juga sebagai teori yang memakai pendekatan cara produksi. Pada teori ini, persoalan keterbelakangan dilihat dalam lingkungan proses produksi. Bagi teori artikulasi, keterbelakangan di Negara-negara duniaketiga harus di dilihat sebagai kegagalan dari kapitalisme untuk berfungsi secara murni. Sebagai akibat dari adanya cara produksi lain di Negara-negara tersebut.
IV. IMMANUEL WALLERSTEIN: TEORI SISTEM DUNIA
Teori ini berpendapat bahwa dulu didunia terdapat sistem – sistem kecil atau sistem mini dalam bentuk kerajaan atau bentuk pemerintahan lainnya. Kemudian terjadi penggabungan-penggabungan, baik melalui penaklukan secara militer maupun secara sukarela. Sebuah kerajaan besar kemudian muncul. Meskipun tidak sampai menguasai seluruh dunia, tetapi karena besarnya yang luar biasa dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan yang ada sebelumnya, kerajaan ini disebut sebagai kerajaan dunia atau world empire.
Kerajaan dunia ini mengendalikan kawasannya melalui sebuah sistem politik yang dipusatkan. Perkembangan teknologi perhubungan dan perkembangan di bidang lain kemudian memunculkan sistem perekonomian dunia yang menyatu. Dengan kata lain, sistem perekonomian dunia adalah satu-satunya sistem dunia yang ada. Sistem dunia inilah yang sekarang ada sebagai kekuatan yang menggerakkan negara-negara di dunia. Sistem dunia yang ada sekarang adalah kapitalisme global.






0 komentar