Selamat Datang......

di www.geografi.web.id
website geografi ,
edukasi & informasi...

YM01:
Status YM YM02: Status YM
email: geografiesta@gmail.com

Anda Pengunjung ke
Counter Powered by  RedCounter
Saat ini Pengunjung Online





Thx to: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
FISE - UNY .. copyright 2010

SARASEHAN Ikatan Mahasiswa Bantul (1)

Diposting oleh admin Minggu, Januari 31, 2010



"PERAN KARAKTER DAERAH DALAM TRANSFORMASI SOSIAL?"
Gedung DPRD Bantul 31 Januari 2010



Meski telah memasuki usia 65 tahun semenjak kemerdekaan, Bangsa ini masih memiliki permasalahan yang sangat krusial dan mendasar. Sampai saat ini, bangsa Indonesia masih kesulitan dalam menentukan jati dirinya yang sesungguhnya. Sampai saat ini, krisis indentitas bangsa ini masih sangat kentara dengan dari pola pembangunan yang tidak jelas dan semrawut.

Faktor Historis
Jika di tinjau dari faktor historis, Bangsa ini telah di jajah Belanda selama 350 tahun. Dalam proses sejarah yang pajang itu, kolonial Belanda telah mencekoki masyarakat dengan nilai feodalisme Jawa dan membentuk karakter birokrasi yang lebih suka memrintah dari pada mengayomi. Di sisi lain, sampai saat ini, mental Bangsa ini belum mencerminkan sikap mental yang merdeka yang mampu menentukan kondisi hidup yang di inginkan.

Di masa Orde Lama, pemerintahan dengan demokrasi terpimpinya, ternyata mendapatkan tantangan hebat dengan munculnya pemberontakan daerah. Kebijakan-kebiakan pemerintah lebih benyak bersifat simbolik dan tidak menyelesaikan konflik sampai akarnya. Sehingga munculah setigma terhadap kekuatan yang sebenarnya ingin melakukan kontrol objektif terhadap pemerintahan yang telah melenceng dari aspirasi rakyat.

Rezim Orde Baru yang awalnya datang untuk menyelesaikan konflik dan menciptakan tabilitas, ternyata-dengan ideologi pembangunan yang di paksakanya telah membunuh aspirasi dan inisiatif kritis.

Penyimpangan kekuasaan itu berdampak buruk bagi identitas bangsa yang belum tutas. Krisis identitas itu akhirnya meledak pada tahun 1998, Reformasi. Reformasi yang bernafakan perubahaan, membawa angin segar sebagai tawaran perbaikan atas krisis multidimensi yang muncul. Yang menjadi permasalahan sampai saat ini adalah reformasi ternyata tidak membawa perubahan yang signifikan bagi perbaikan bangsa ini. Reformasi tidak mempunyai konsep transformasi yang jelas.

Bahkan, gaya-gaya liberal dan kebarat-baratan semakin nampak, proses akulturasi yang tidak berimbang dan tidak terfilter, membuat bangsa ini semakin jauh dari jati dirinya. Lantas dimanakah jati diri bangsa ini?dan kemanakah transformasi sosial akan berujung? (IMABA)

Pembicara I
Revrisond Baswir M. BA
Pembicara II
Prof. Gunawan
Pembicara III
Jadul Maula

bersambung.....

Related Post



1 Responses to SARASEHAN Ikatan Mahasiswa Bantul (1)

  1. mungkin sekarang lah saatnya qt untuk melakukan sebuah perubahan bagi bantul ini, bagi bangsa ini ,,,

    masih ingatpusi wiji tukul kan pesan sang ibu,,betapa hal itu mewakili suara hati anak bangsa,,,