HUJAN
Apabila awan yang terbentuk di angkasa terus naik butir-butir halus berubah menjadi butir-butir air yang besar-besar dan akhirnya jatuh ke bumi sebagai air hujan
Jadi hujan dapat didefinisikan peristiwa jatuhnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi
Hujan juga dapat diartikan presipitasi yang berbentuk cair (presipitasi: semua bentuk hasil konsumsi uap air yang terkandung di atmosfer)
Hujan salah satu gejala cuaca yang memiliki peranan penting bagi kehidupan di bumi (hujan sebagai sumber air tawar)
CURAH HUJAN
Jumlah curah hujan yang diterima oleh suatu daerah disamping tergantung sirkulasi uap air, juga tergantung dari faktor-faktor:
Letak garis lintang
Ketinggian tempat
Jarak dari sumber-sumber air
Posisi daerah terhadap benua/daratan
Arah angin terhadap sumber-sumber air menuju atau menjauhi
Posisi daerah terhadap gunung
Suhu relatif daratan dan lautan
Untuk berbagai tujuan, ada 4 karakteristik presipitasi yang dipelajari ahli hidrologi, yaitu:
1. Intensitas: jumlah hujan yang jatuh dalam waktu tertentu (mm/menit, cm/jam, dan lain-lain)
2. Lama hujan/durasi: periode waktu selama hujan berlangsung (menit, jam, dan lain-lain)
3. Frekuensi: harapan hujan akan jatuh dalam waktu tertentu
4. Luas areal: penyebaran hujan menurut ruang
DATA CURAH HUJAN
Curah hujan di Indonesia berkisar antara 2.000-3.000 mm/tahun
Untuk mendapatkan hasil yang akurat data lapangan harus diperiksa dan diteliti kebenarannya terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan penyelesaian masalah-masalah hidrologis
Pemeriksaan dapat ditanyakan langsung kepada petugas pencatat
Cara Penghitungan Curah Hujan Daerah dari Pengamatan Curah Hujan di Beberapa Titik:
Cara Rerata Aljabar
cara paling mudah, akan tetapi mempunyai ketelitian paling rendah
pada umumnya hanya digunakan untuk daerah dengan variasi hujan rerata kecil
sesuai untuk kawasan datar/rata dan DAS dengan jumlah penakar hujan besar yang didistribusikan secara merata pada lokasi-lokasi yang mewakili
Yaitu dengan menghitung rata-rata aritmetik (hitung) dari semua total penakar hujan di suatu kawasan/daerah
R = 1/n (R1+R2+R3+...Rn)
Keterangan:
R = curah hujan daerah (mm)
n = jumlah titik-titik pengamatan
R1+R2+R3+...Rn = curah hujan di tiap titik pengamatan (mm)
Cara Poligon Thiessen
dipandang lebih baik dari cara rerata aljabar karena telah memasukkan faktor daerah pengaruh stasiun hujan, meskipun faktor topografi tidak tercakup di dalamnya
sesuai untuk kawasan dengan jarak penakar hujan yang tidak merata; sehingga memerlukan stasiun-stasiun pengamat di dan dekat kawasan tersebut
pemindahan atau penambahan stasiun pengamat akan mengubah seluruh jaringan
Yaitu dengan menggambar bisektor tegak lurus melalui garis-garis lurus yang menghubungkan penakar-penakar hujan di dekatnya, dengan meninggalkan masing-masing penakar di tengah-tengah suatu poligon
Rata-rata hujan didapat dengan membagi jumlah hasil kali luas poligon dan hujan (dari penakar di poligon) dengan luas total (luas daerah penelitian)
R = A1R1+A2R2+A3R3+...AnRn /dibagi A1+A2+A3+...An
= A1R1+A2R2+A3R3+...AnRn /dibagi A
= W1R1+W2R2+W3R3+...WnRn
Keterangan:
R = curah hujan daerah (mm)
R1,R2,R3,...Rn = curah hujan di tiap titik pengamatan (mm)
A1,A2,A3,...An = luas wilayah yang dibatasi poligon
A = luas daerah penelitian
W1,W2,W3,...Wn = A1/A,A2/A,A3/A,...An/Wn
Cara Garis Isohiet
merupakan metode paling teliti karena telah memasukkan faktor topografi, akan tetapi subyektivitas yang menyertai hasil analisis cukup tinggi, apalagi di dalam interpolasi ruangnya akan menghasilkan kesalahan yang cukup tinggi
sesuai untuk kawasan-kawasan bergunung
membutuhkan stasiun-stasiun pengamat di dan dekat kawasan tersebut
sangat bermanfaat untuk penghitungan curah hujan yang singkat
Yaitu dengan menggambar garis yang menghubungkan jeluk/kedalaman hujan yang sama pada suatu kawasan/daerah
Rata-rata hujan ditentukan dengan menjumlahkan hasil kali luas isohiet dan hujan, dan dibagi dengan luas total.
R = A1R1+A2R2+A3R3+...AnRn /dibagi A1+A2+A3+...An
Keterangan:
R = curah hujan daerah (mm)
A1,A2,A3,...An = luas bagian antar dua garis isohiet
R1,R2,R3,...Rn = curah hujan rata-rata pada bagian
A1,A2,A3,...An






Tanya : apakah jumlah hari hujan juga boleh dirata-rata?
terima kasih
eko bp